Berawal dari
balik meja kafe.

Mengurus coffee shop mengajarkan kami satu hal: kebutuhan tiap tempat berbeda. Dari pengalaman itu, KITAPOS dibangun.

Baca cerita Yoga
Area duduk bertingkat di Skyhook Coffee
Skyhook Coffee. Tempat yang menjadi bagian dari cerita kami.
Yoga, founder KITAPOS

Yoga

Teuku Muhammad Mayoga Itqan
Founder KITAPOS

Sistem perlu memahami
cara tempat bekerja.

Sebagai pemilik brand dan pelaku bisnis coffee shop, Yoga mengalami langsung tantangan membangun dan mengelola kafe. Tempat yang besar membawa kebutuhan yang makin beragam: alur pesanan, pembagian kerja, dan aturan operasionalnya sendiri.

Dalam perjalanannya mengelola Skyhook, Yoga membesarkan omzet dari di bawah Rp50 juta per bulan menjadi rata-rata Rp300 sampai 400 juta per bulan. Angka ini adalah pengalaman bisnis founder berdasarkan keterangannya, bukan pengukuran dampak penggunaan KITAPOS.

Saat mengelola Skyhook, sulit menemukan POS yang mengikuti kebutuhan tempatnya. Pengalaman itu menjadi alasan membangun KITAPOS: sistem yang bisa disesuaikan dengan cara kerja kafe dan restoran.

Bagi kami, memahami tempat adalah awal pekerjaan. Tim mendengarkan kebutuhan pemilik, membantu menyiapkan sistem, lalu mendampingi penggunaannya.

Dengarkan baik-baik.
Kerjakan sampai jelas.

Mulai dari operasional.
Kenali kendala di meja, kasir, stok, dan tim sebelum menentukan penyesuaian sistem.
Bicara dengan data.
Data menjadi dasar untuk menilai masalah dan menentukan langkah, termasuk dalam arah pengembangan AI kami.
Bertumbuh bersama.
Hubungan berlanjut setelah setup. Kebutuhan yang berubah menjadi bahan untuk membahas langkah berikutnya bersama.

ARAH KAMI

AI yang memahami
pekerjaan restoran.

Kami ingin membangun perusahaan teknologi AI terdepan di Indonesia, dengan keputusan yang bertumpu pada data dan kebutuhan nyata pengguna.

KITAPOS membawa arah itu ke restoran: menghubungkan POS, pengelolaan operasional, dan laporan keuangan agar pemilik lebih mudah memahami usahanya.

Kenali pratinjau KITAPOS AI

Cara kerja kafe Anda
jadi titik awal kami.

Kenali pendampingan KITAPOS